Tegangan Listrik

halo kawan2 ,,dah lama y saya ngga posting2 artikel baru (perasaan ga ada seminggu deh,lebay bgt seh) kali ini saya akan membahas tentang Tegangan Listrik ,,,

daripada berlama lama bin bertele tele bin basa basi,,,mendingan langsung aja baca ni posting…:::heheh g sopan y!!!

Tegangan listrik U adalah merupakan perbedaan penempatan elektron-elektron antara dua buah titik.

Elektron-elektron untuk bergeraknya memerlukan suatu mesin penggerak, yang mirip dengan sebuah pompa, dimana pada salah satu sisi rangkaian listrik elektron-elektronnya “didorong kedalam”, bersamaan dengan itu pada sisi yang lain “menarik” elektron-elektron. Mesin ini selanjutnya disebut sebagai pembangkit tegangan atau sumber tegangan.

Dengan demikian pada salah satu klem dari sumber tegangan kelebihan elektron (kutub -), klem yang lainnya kekurangan elektron (kutub +). Makaantara kedua klem terdapat suatu perbedaan penempatan elektron. Keadaan seperti ini dikenal sebagai tegangan (lihat gambar 1.19).

Gambar 1.19 Sumber Tegangan

Satuan SI yang ditetapkan untuk tegangan adalah Volt
Simbol formula untuk tegangan adalah U
Simbol satuan untuk Volt adalah V
Pembagian dan kelipatan satuan :
1 MV = 1 Megavolt   =    1000000 V  = 106 V
1 kV  = 1 Kilovolt      =          1000 V  = 103 V
1 mV = 1 Millivolt      =       1/1000 V  = 10-3 V

1 mV  = 1 Mikrovolt   = 1/1000000 V  = 10-6 V

Ketetapan satuan SI untuk  1V didefinisikan dengan bantuan daya listrik.

Pada rangkaian listrik dibedakan beberapa macam tegangan, yaitu tegangan sumber dan tegangan jatuh (lihat gambar 1.20).

Gambar 1.20 Tegangan Sumber & Tegangan jatuh pada suatu  rangkaian.

Tegangan sumber (simbol Us) adalah tegangan yang dibangkitkan didalam sumber tegangan.
Tegangan jatuh atau secara umum tegangan (simbol U) adalah tegangan yang digunakan pada beban.
Dan dengan demikian maka tegangan sumber merupakan penyebab atas terjadinya aliran arus.
Tegangan sumber didistribusikan ke seluruh rangkaian
listrik dan digunakan pada masing-masing beban. Serta disebut juga sebagai : “Tegangan jatuh pada beban.”
Dari gambar 1.20, antara dua titik yang manapun pada rangkaian arus, misal antara titik 1 dan 2 atau antara titik 2 dan 3, maka hanya merupakan sebagian tegangan sumber yang efektip. Bagian tegangan ini disebut tegangan jatuh atau tegangan saja.

4.1 POTENSIAL

Kita tempatkan elektron-elektron pada bola logam berlawanan dengan bumi, maka antara bola dan bumi terdapat perbedaan penempatan elektron-elektron, yang berarti suatu tegangan.
Tegangan antara benda padat yang bermuatan dengan bumi atau titik apa saja yang direkomendasi disebut potensial (simbol : j).
Satuan potensial adalah juga Volt. Tetapi sebagai simbol formula untuk potensial digunakan huruf Yunani  j  (baca : phi).
Bumi mempunyai potensial j = 0 V.

Gambar 1.21 Potensial

Potensial bola menjadi positip terhadap bumi, jika elektron-elektron bola diambil (misal j1 = +10 V, lihat gambar 1.21).
Potensial bola menjadi negatip terhadap bumi, jika ditambahkan elektron-elektron pada bola (misal j2 = -3 V).
Potensial selalu mempunyai tanda.
Jika suatu bola j1 = +10 V dan yang lain j2 = -3 V (gambar 1.21), maka
antara dua buah bola tersebut terdapat suatu perbedaan penempatan elektron-elektron dan dengan demikian maka besarnya tegangan dapat ditentukan dengan aturan sebagai berikut :
                 U = j1 – j2 = +10 V -(-3 V) = +10 V + 3
V = 13 V

Dalam hal ini bola bermuatan positip dibuat dengan tanda kutub plus dan bola bermuatan negatip dengan kutub minus.

Gambar 1.22 Potensial dan Tegangan

Suatu tegangan antara dua buah titik dinyatakan sebagai perbedaan potensial titik-titik tersebut.

Tegangan = perbedaan potensial (potensial difference)

Contoh :
Dua buah titik pada suatu rangkaian arus terdapat potensial j1 = +10 V dan j2 = +5 V.
Berapa besarnya tegangan antara kedua titik tersebut ?
Jawaban :      U = j1 – j2 = 10 V – 5 V = 5 V
4.2.      Arah tegangan
Tegangan selalu mempunyai arah reaksi tertentu, yang dapat digambarkan melalui suatu anak panah tegangan. Normalisasi anak panah tegangan untuk arah tegangan positip ditunjukkan dari potensial tinggi (misalnya kutub plus) menuju ke potensial rendah (misal kutub minus), dalam hal ini memperlihatkan potensial tingginya adalah positip dan potensial rendahnya adalah negatip.
Contoh :
Pada gambar 1.23 diberikan bermacam-macam potensial. Bagaimana arah masing-masing tegangan ?

Gambar 1.23 gambar anak panah pada tegangan yang diberikan

Untuk menentukan rangkaian arus sangatlah tepat menggunakan normalisasi ketetapan arah tersebut.
Pada pelaksanaan praktiknya hal ini berarti :
Anak panah tegangan untuk sumber tegangan adalah mengarah dari kutub plus menuju ke kutub minus.
Anak panah tegangan untuk tegangan jatuh adalah searah dengan arah arus secara teknik, disini arus selalu mengalir dari potensial tinggi menuju ke potensial rendah (gambar 1.24).

~SEKIAN~
terimakasih telah mengunjungi blog saya,,,artikel selanjutnya yang akan saya bahas selanjutnya adalah TAHANAN LISTRIK …so ,,untuk mengetahui perkembangan artikel terbaru saya,,,
tetap kunjungi blog saya terus ok,,,

About ariefsullivan

saya adalah saya

Posted on Februari 21, 2012, in Electric World. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: